Qur’an Kemenag  adalah aplikasi Mushaf Al-Qur’an digital yang dibuat oleh Kementerian Agama c.q. Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an. Aplikasi ini disediakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan Mushaf Al-Qur’an yang berbentuk digital. Ayat Al-Qur’an dalam aplikasi ini menggunakan Mushaf Standar Indonesia Rasm Usmani. Aplikasi ini tersedia dalam format Android, Web, dan IOS. Di samping menyajikan teks Al-Qur’an lengkap 30 juz, aplikasi ini juga dilengkapi dengan terjemahan, tafsir dalam dua varian: tahlili dan ringkas, dan suara murattal Al-Qur’an Syekh Mahmud Khalil al-Hushary. Berikut penjelasan dari konten-konten di atas.

Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) adalah satuan kerja (satker) yang berada di bawah Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama yang bertugas untuk menyelenggarakan pentashihan, pengkajian dan penerbitan Al-Qur’an. Di samping itu, Lajnah juga diserahi tugas untuk mengelola Bayt Al-Qur’an dan Museum Istiqlal. Lembaga ini baru berdiri pada tahun 2007, namun secara fungsi, lembaga ini sudah ada sejak tahun 1957, khususnya untuk pentashihan (pemeriksaan atau pengoreksian) mushaf Al-Qur’an yang akan diterbitkan di Indonesia. Kurun waktu 1957 hingga 2006, Lajnah belum berbentuk sebuah lembaga tersendiri, tetapi masih berupa kepanitaan adhoc yang berada di bawah Puslitbang Lektur Keagamaan. Selama itu juga, Lajnah dipimpin oleh seorang ketua yang secara ex officio dijabat oleh Kepala Puslitbang Lektur Keagamaan.

Dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri Agama (PMA) No. 3 tahun 2007, maka tugas dan fungsi Lajnah dikembangkan menjadi tiga bagian besar. 1) Pentashihan yang meliputi pentashihan, pembinaan, dan pengawasan terhadap produk-produk penerbitan mushaf Al-Qur’an, baik cetak maupun elektronik atau digital. 2) Pengkajian yang meliputi kegiatan pengkajian Al-Qur’an, pengembangan, penerbitan mushaf, terjemah, dan tafsir Al-Qur’an, serta melakukan sosialisasi terhadap hasil pengkajian Al-Qur’an tersebut. 3) Bayt Al-Qur’an dan Dokumentasi yang meliputi kegiatan pengelolaan pameran Bayt Al-Qur’an dan Museum Istiqlal, pemeliharaan naskah mushaf, terjemah, dan tafsir Al-Qur’an, serta benda-benda keislaman lainnya, dan pelayanan dokumen dan kepustakaan. Di samping itu, juga terdapat kelompok fungsional peneliti yang melaksanakan kegiatan-kegiatan penelitian yang berkaitan dengan Al-Qur’an.

Saat ini Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an berkantor di Gedung Bayt Al-Qur’an dan Museum Istiqlal yang berada di area Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta.

Mushaf Al-Qur’an Standar Indonesia adalah Mushaf Al-Qur’an yang dibakukan cara penulisan teks, harakat, tanda baca, dan tanda waqafnya sesuai dengan hasil yang dicapai Musyawarah Kerja (Muker) Ulama Ahli Al-Qur’an yang berlangsung sebanyak 9 kali dari tahun 1974 s.d. 1983, dan dijadikan pedoman bagi mushaf Al-Qur’an yang dicetak dan diterbitkan di Indonesia. Sesuai dengan Keputusan Menteri Agama (KMA) No. 25 Taun 1984, Mushaf Al-Qur’an Standar Indonesia meliputi tiga bentuk: 1) Mushaf Al-Qur’an Standar Usmani (penulisan teksnya menggunakan Rasm Usmani), 2) Mushaf Al-Qur’an Standar Bahriyah (penulisan teksnya menggunakan Rasm Imlai), dan 3) Mushaf Al-Qur’an Braille (ditulis dengan huruf Braille Arab yang diperuntukkan bagi tunanetra).

Adapun tulisan Al-Qur’an yang digunakan dalam aplikasi ini bersumber dari Mushaf Al-Qur’an Attin yang dalam penulisannya mengikuti Mushaf Al-Qur’an Standar Indonesia Rasm Usmani.

Terjemahan Al-Qur’an yang terdapat dalam aplikasi ini berasal dari Al-Qur’an dan Terjemahnya yang disusun oleh tim yang dibentuk oleh Kementerian Agama.  Terjemahan Al-Qur’an ini diterbitkan pertama kali pada tahun 1965 oleh Lembaga Penyelenggara Penterjemah Kitab Suci Al-Qur’an Departemen (sekarang: Kementerian) Agama. Pada masa itu, yang menjabat sebagai Menteri Agama adalah K.H. Saefuddin Zuhri. Perbaikan dan penyempurnaan terhadap terjemahan Al-Qur’an ini pernah beberapa kali dilakukan. Tercatat, pada tahun 1989 telah dilakukan penyempurnaan redaksional yang dianggap sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan bahasa. Namun demikian, aspek substansial hampir tidak mendapat sentuhan perbaikan ketika itu. Perbaikan dan penyempurnaan yang sifatnya menyeluruh sehingga memakan waktu yang cukup lama dilakukan sejak tahun 1998 hingga 2002. Selama periode itu, terjadi empat kali pergantian kepemimpinan ketua Lajnah mulai dari Drs. H. A. Hafizh Dasuki, MA, Drs. H. Muh. Kailani ER., Drs. H. Abdullah Sukarta, hingga Drs. H. Fadhal AR. Bafadal, M.Sc. Adapun yang menjadi aspek perbaikan dan penyempurnaan adalah aspek bahasa yang perlu disesuai dengan kondisi kekinian, konsistensi pilihan kata atau kalimat, substansi yang berkenaan dengan makna dan kandungan ayat, dan transliterasi. Di tahun 2016 ini, di bawah kepemimpinan Dr. H. Muchlis M. Hanafi, dimulai lagi kegiatan penyempurnaan dan perbaikan terhadap Al-Qur’an dan Terjemahannya ini. Aspek yang menjadi fokus revisi hampir sama dengan perbaikan yang dilakukan sebelumnya, yaitu aspek bahasa, konsistensi pilihan kata, dan substansi.

Tafsir Tahlili yang terdapat dalam aplikasi ini bersumber dari Al-Qur’an dan Tafsirnya yang diterbitkan Kementerian Agama. Buku tafsir ini disusun oleh tim yang dibentuk oleh Kementerian Agama (dulu Departemen Agama). Pertama kali, tafsir ini disusun pada tahun 1972 oleh tim yang disebut dengan Dewan Penyelenggara Pentafsir Al-Qur’an yang diketuai oleh Prof. R. H. A. Soenarjo, S.H. Pada tahun 1973, ketua tim dipercayakan kepada Prof. Dr. Bustami A. Gani, yang lalu digantikan Prof. K.H. Ibrahim Hosen, LML pada tahun 1980. Secara bertahap, tafsir ini diterbitkan pertama kali pada tahun 1975 berupa jilid 1 yang berisi juz 1-3. Jilid-jilid selanjutnya menyusul diterbitkan pada tahun-tahun berikutnya hingga genap 30 juz. Pada tahun 1990 pernah dilakukan perbaikan cukup luas pada tafsir ini, tetapi hanya menyangkut aspek kebahasaan. Penyempurnaan secara menyeluruh baru dilakukan pada tahun 2003. Penyempurnaan ini meliputi penyesuaian bahasa, substansi—berkenaan dengan makna dan kandungan ayat, melengkapi hadis dengan rawi dan sanad, penambahan munasabah antar surah dan asbabun nuzul, serta pengkajian ayat-ayat kauniyah bersama tim pakar dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Penyempurnaan ini dilakukan oleh tim yang juga dibentuk Kementerian Agama dan diketuai oleh Dr. H. Ahsin Sakho Muhammad, MA. Adapun tim dari LIPI diketuai oleh Dr. H. Hery Harjono. Saat ini, dalam edisi cetaknya, Al-Qur’an dan Tafsirnya Kementerian Agama terdiri dari 10 jilid yang masing-masing berisi 3 juz serta satu jilid khusus untuk Mukadimah (Pengantar dan Kajian Ulumul Quran).

Tafsir Ringkas Al-Qur’an Al-Karim adalah sebuah buku hasil kajian tafsir yang disusun secara ringkas, singkat, dan padat. Tafsir ini hadir dalam upaya untuk lebih memudahkan umat Islam Indonesia untuk memahami makna dan kandungan Al-Qur’an. Al-Qur’an dan Terjemahnya dipandang terlalu singkat sehingga dalam beberapa hal belum bisa memberi pengertian yang utuh terhadap suatu ayat, sementara Al-Qur’an dan Tafsirnya dinilai terlalu tebal dan panjang sehingga tidak simpel dan praktis. Tafsir ini disusun oleh tim yang dibentuk oleh Kementerian Agama bekerjasama dengan Pusat Studi Al-Qur’an (PSQ) Jakarta diketuai oleh Dr. H. Muchlis M. Hanafi, MA. Pengkajian tafsir ini dilakukan pada tahun 2012 hingga tahun 2015. Saat ini, dalam edisi cetaknya, tafsir ini baru hadir satu jilid yang terdiri juz 1 – 15. Adapun jilid kedua yang berisi juz 16-30, insya Allah akan diterbitkan pada tahun 2016 ini.

Aplikasi Qura’an Kemenag ini akan terus dikembangkan seiring kebutuhan masyarakat terhadap Al-Qur’an dan hasil kajiannya yang terus meningkat di era digital ini. Pengembangan meliputi penambahan konten seperti asbabunnuzul, keutamaan Al-Qur’an, tafsir tematik, tafsir ilmi dan hasil kajian Al-Qur’an lainnya. Bacaan murattal juga akan ditambah dengan qari-qari penghafal Al-Qur’an asli Indonesia yang pakar di bidang qiraat dan memiliki suara bagus.

Kami menyadari bahwa upaya ini jauh dari sempurna dan tidak dapat memenuhi semua kebutuhan masyarakat, untuk itu masukan dan saran untuk pengembangan aplikasi ini sangat diharapkan dan dapat disampaikaan melalui e-mail: pengembanganlpmq@gmail.com dan website http://lajnah.kemenag.go.id. Besar harapan kami kepada Allah, semoga menerima usaha yang kecil ini sebagai amal jariyah yang diridhai-Nya. amin.